Selasa, 11 September 2007

Bersihnya Hati

Pagar rumah yang terkunci rapat, terlihat seolah -olah tiada penghuninya di rumah besar itu. Ku buka tas bagian depan untuk mencari sebuah kunci yang kumaksud. Setelah membebaskan gembok dari ikatan pagar, kubuka lebar hingga motorku pun bisa memasuki teras rumah. Terdengar dari dalam pintu rumah berbunyi tanda penghuni rumah melepaskan kunci lalu membukanya.“Assalamu'alaikum...” ku sampaikan salam“Wa'alikumsalam.... Aduhh nak...! ibu hari ini dapat teguran dari Allah. Wahh... seru poko'nya. Memang kesalahan ibu ini nak” jawab ibu diiringi deretan cerita yang sepertinya sudah sedari tadi ditahan untuk disampaikan. Kuhampiri beliau lalu kucium tangannya. Lalu kami memasuki rumah dengan tangan kami yang belum terlepas.
Selengkapnya>>

Ibu.... Fitri sayang Ibu...

Lembut sentuhan embun pagi ini berlahan menerobos kecelah pori-pori tubuhku. Dingin yang terasa, bahkan bisa diakatakan sangat dingin. Memang akhir-akhir ini cuaca di kota kelahiranku ini terasa dingin bagaikan kota-kota pegunungan. Padahal kota ini terkenal dengan panas yang menjadi kuasa alamnya. Mungkin karena pergantian musim. Peralihan musim dingin yang sebentar lagi akan meninggalkan sedangkan musim panaspun telah siaga dengan gagahnya hendak menyapa. Itulah aturan alam yang terus berputar dan mewarnai bumi termasuk kota ini. Walaupun warna warninya sudah mulai sulit untuk bisa dipahami, tapi toh tetap berwarna. Hmm....indahnya... Alhamdulillah....
Selengkapnya>>

Resah... zikir aja

Kubuka jendela kamar lalu kubiarkan angin malam menerpa wajahku. Hawa sejuk menyelinap dalam tubuhku yang kata kebanyakan orang sangat kurus. Padahal menurutku tidak kurus-kurus amat sih. Tapi ya...begitulah keadaannya.
Selengkapnya>>

Dhuhur Yang Sejuk

Dentam musik yang keluar dari soundsystem di tepi jalan itu hampir-hampir merobek-robek gendang telingaku. Namun toh begitu, kuikuti juga alunan lagu itu dengan hentakan kakiku di lantai ruang tamu rumah seorang sahabat. Memang sedang ada acara tasyakuran pada saat itu. Ditengah kebisingan dan gaduh semua orang yang mempersiapkan acara, kucoba belajar tetap mensunyikan hati bersama Allah di setiap getaran hatiku. Sesekali lepas dalam kealpaan, lalu kutegakkan lagi bersamaNya. Begitu dan begitu diriku berlatih mencoba untuk mempertahankanNya terus bersemayam di bilik yang sunyi dalam keramaian dan ramai dalam kesunyian.Seorang gadis manis dengan kulitnya yang putih bersih duduk berhadapan denganku. Kunikmati pemandangan indah anugerah Allah yang telah memahat begitu cantik wajah di balik kacamata minus itu. Dengan kerudung warna pink dan style baju anak muda zaman sekarang menambah pesona yang gemerlap, dan pastilah banyak para lelaki yang menggandruinya pikirku.
Selengkapnya>>

Akh Pantas Kenyang

Kutundukan pandanganku dalam-dalam seakan ingin kumasuki pori-pori lantai ruang tengah itu. Begitu ramai suara yang berisik di dalam benakku. Ada penyesalan, ketakutan, keresahan, kegetiran, kegelisaan, juga kebingungan, semua tertumpuk dan diaduk-aduk menjadi satu. Mungkin kalo Gado-gado masih enak rasanya, tapi ini perasaan yang bergemuruh di hatiku yang tak kunjung mau berhenti. Akh.....dasar bodohnya aku ini..sesalku dalam diam.
Selengkapnya>>