
Pagi ini sangat ringan bagiku melangkahkan kaki untuk berangkat ke kantor. Ada bulir-bulir bahagia yang tidak kutahu darimana datangnya, namun sangat jelas kurasakan. Hmm...bukankah itu anugerah dariNya. Alhamdulillah....ya Allah. Kumasuki ruang kantor dengan semangat lalu kusampaikan salam yang dibalas oleh teman sekantor dengan tidak kalah semangatnya..
“ Fit ada surat dari yayasan tuh. Sepertinya laporan pendidikan anak asuhmu.” Yulia memberitahu dengan menyodorkan amplop warna coklat.
“ Wong..anak asuhmu sudah gadis gitu lho. usianya saja sembilan belas tahun tapi masih kelas empat SD.. mbok gak usa disekolahkan. Dinikahkan saja. Hehehe....” Rita menggodaku.
“ Iya nih... masa anak sama ibu kok besaran anaknya. Bukan anak asuh itu namanya...tapi mbak asuh.hehehe...” Yulia pun tidak mau kalah turut meledekku.
“ Hehehehe..iya..” sahutku cengar cengir.
Kemudian kubuka amplop yang sudah berada ditanganku. Kususuri kata demi kata untuk menemukan makna yang tersurat. Nilai-nilainya lumayan bagus. Bahasa Indonesia sepuluh, Matematika sembilan, IPA sembilan, Tajwid Sembilan, Tareh delapan, I'lal delapan. Rata-rata bagus. Kulanjutkan membacanya hingga sampai pada kolom SALAM yang diisi langsung oleh anak asuh. Tertulis “ Ibu aku ucapkan terimakasih tak ada batasnya. Ibu telah menambah semangatku untuk tetap disini. Ibu aku doakan semoga ada balasannya.”
Jantungku berdetak lebih keras dari biasanya. Yang kurasakan bukan tulisan tangan milik si yatim, tapi seakan-akan Allah mengingatkanku dari tulisan itu betapa selama ini tiada yang kulakukan selain menyisihkan sedikit rejeki untuknya. Tiada kata, tiada salam, juga tiada jumpa apalagi jabattangan atau pelukan mesra.
Astaqfirullahala'dhiim.. hampir terlupakan dirinya dari benaku ya Allah. Maafkan aku... yang terlalu sibuk dengan banyaknya hal, hingga hampir saja kuabaikan dirinya disaat menjelang lebaran tiba begini. Sama sekali tidak kupunya rencana untuknya. Maafkan aku ya...Allah...maafkan.
Sepulang kerja langsung kusiapkan bingkisan untuk anak asuh yang hampir saja kulupakan. Bakal baju dan alat-alat tulis sudah kusiapkan. Lalu kuselipkan sepucuk surat yang sudah kubuat sebelumnya. Berperan sebagai ibu bagi sang anak yang merindukan belaian demi sejuknya hati dan jiwanya.
Bissmillahirahmanirrahiim....
Assalamu'alikum WrWb
Homsatun anakku yang manis...
Bagaimana kabarmu nak..? Puasanya lancar kan? Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan dalam hidupmu.
Bagaimana kabarmu nak..? Puasanya lancar kan? Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan dalam hidupmu.
Homsatun anakku.....
Dengan kerendahan hati ibu mohon maaf ya sama kamu. Selama ini ibu terlalu sibuk dengan yang lain hingga kurang begitu memperhatikan kamu.Maaf ya sayang...
Di bulan suci yang penuh Rahmat ini, Allah telah mengingatkan ibu melalui goresan penamu. Kamu menuliskan bahwa ibu telah menambah semangatmu untuk tetap tinggal di panti. Ibu malu sayang...dengan tulisanmu itu. Padahal Ibu tidak melakukan apa-apa untukmu. Maaf ya...
Dengan kerendahan hati ibu mohon maaf ya sama kamu. Selama ini ibu terlalu sibuk dengan yang lain hingga kurang begitu memperhatikan kamu.Maaf ya sayang...
Di bulan suci yang penuh Rahmat ini, Allah telah mengingatkan ibu melalui goresan penamu. Kamu menuliskan bahwa ibu telah menambah semangatmu untuk tetap tinggal di panti. Ibu malu sayang...dengan tulisanmu itu. Padahal Ibu tidak melakukan apa-apa untukmu. Maaf ya...
Homsatun anakku...
Kamu yang Sabar ya sayang tinggal di panti sama teman-teman. Belajarlah yang rajin demi masa depanmu. Jangan lelah untuk terus berdoa... Allah itu Maha kasih dan mencintai hamba-hambaNya yang beriman. Jaga Allah di hatimu ya nak.... Jangan menjauh dariNya, melainkan mendekatlah karena kekuasaan itu milikNya, keagungan itu milikNya, kemuliaan itu milikNya, kekayaan itu milikNya dan kelembutan itu juga milikNya. Dia yang Maha memiliki semua yang ada. Mohonlah pada Allah agar kamu kuat iman. Jangan karena keadaan yang ada membuat kamu merendahkan Allah ya sayang... Selama Homsatun rajin beribadah, menjalankan sholat, puasa serta berbuat baik. Allah pasti sayang sama Homsatun.Beneeer..
Yakinlah akan jaminanNya...
Kamu yang Sabar ya sayang tinggal di panti sama teman-teman. Belajarlah yang rajin demi masa depanmu. Jangan lelah untuk terus berdoa... Allah itu Maha kasih dan mencintai hamba-hambaNya yang beriman. Jaga Allah di hatimu ya nak.... Jangan menjauh dariNya, melainkan mendekatlah karena kekuasaan itu milikNya, keagungan itu milikNya, kemuliaan itu milikNya, kekayaan itu milikNya dan kelembutan itu juga milikNya. Dia yang Maha memiliki semua yang ada. Mohonlah pada Allah agar kamu kuat iman. Jangan karena keadaan yang ada membuat kamu merendahkan Allah ya sayang... Selama Homsatun rajin beribadah, menjalankan sholat, puasa serta berbuat baik. Allah pasti sayang sama Homsatun.Beneeer..
Yakinlah akan jaminanNya...
Homsatun yang dicintai Allah...
Jangan berkecil hati dengan yatim yang kamu sandang ya nak. Bukankah Rosulpun terlahir yatim.Bukankah Rosul itu Ayah bagi si Yatim. Bukankah Rosul sangat menyayangi Yatim.. Berbahagialah dirimu mempunyai ayah semulia Rosulullah.Jangan rendah hati sayang.. semua manusia dimata Allah sama. Hanya iman dan ketaqwaan yang membedakannya. Barang siapa baik ketaqwaannya, maka dia baik dimata Allah. Semoga Homsatun bisa menjadi hamba Allah yang baik yang selalu mendapat naungan Rahmat dan Ridho Allah Swt. Mendekat terus sama Allah ya sayang.. Banyak baca Al-Qur'an biar hatimu terang. Banyak ingat Allah biar hatimu tenang.
Jangan berkecil hati dengan yatim yang kamu sandang ya nak. Bukankah Rosulpun terlahir yatim.Bukankah Rosul itu Ayah bagi si Yatim. Bukankah Rosul sangat menyayangi Yatim.. Berbahagialah dirimu mempunyai ayah semulia Rosulullah.Jangan rendah hati sayang.. semua manusia dimata Allah sama. Hanya iman dan ketaqwaan yang membedakannya. Barang siapa baik ketaqwaannya, maka dia baik dimata Allah. Semoga Homsatun bisa menjadi hamba Allah yang baik yang selalu mendapat naungan Rahmat dan Ridho Allah Swt. Mendekat terus sama Allah ya sayang.. Banyak baca Al-Qur'an biar hatimu terang. Banyak ingat Allah biar hatimu tenang.
Homsatun sayang...
Kamu tidak sendiri dalam hidup ini. Kamu tahu nak... ibu juga sama denganmu. Di usia kedelapan tahun ibupun telah yatim. Kita sama. Tapi kita tidak boleh terus bersedih. Yakin akan kasih sayang Allah ya sayang. Allah tidak akan meninggalkan kita selama kita tetap memegang amanahNya. Apa sih amanah yang Allah berikan pada kita? Masih ingat sayang? bukankah Allah berfirman bahwa tidak KUciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah padaKU.
Sayang..... ibadah itu amanah dari Allah. Kita mesti menjalankannya. Ibadah bukan hanya sholat, bukan hanya baca Al-Qur'an ataupun puasa. Kamu berbuat baik juga ibadah sayang. Kamu membantu teman yang membutuhkan pertolongan juga ibadah. Tersenyum juga ibadah lho.. Selama semua yang kita lakukan itu karena mengharap Ridho Allah akan bernilai ibadah.
Kamu tidak sendiri dalam hidup ini. Kamu tahu nak... ibu juga sama denganmu. Di usia kedelapan tahun ibupun telah yatim. Kita sama. Tapi kita tidak boleh terus bersedih. Yakin akan kasih sayang Allah ya sayang. Allah tidak akan meninggalkan kita selama kita tetap memegang amanahNya. Apa sih amanah yang Allah berikan pada kita? Masih ingat sayang? bukankah Allah berfirman bahwa tidak KUciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah padaKU.
Sayang..... ibadah itu amanah dari Allah. Kita mesti menjalankannya. Ibadah bukan hanya sholat, bukan hanya baca Al-Qur'an ataupun puasa. Kamu berbuat baik juga ibadah sayang. Kamu membantu teman yang membutuhkan pertolongan juga ibadah. Tersenyum juga ibadah lho.. Selama semua yang kita lakukan itu karena mengharap Ridho Allah akan bernilai ibadah.
Homsatun yang manis....
Banyak bersyukur ya.. biar Allah menambah nikmatNya atas kamu.Dan satu lagi...jangan mudah marah ya sayang. Belajar menerima setiap pemberian Allah dengan lapang dada. Juga belajar tidak mengeluh ya sayang. Ibu juga sedang belajar untuk itu semua. Kita belajar bareng-bareng ya.. Semoga Allah memberi kekuatan pada kita untuk bisa lebih baik dari saat ini. Semoga Allah memberikan seberkas cahaya CintaNya untuk kita sehingga kitapun mampu mencintaiNya.Amien...
Banyak bersyukur ya.. biar Allah menambah nikmatNya atas kamu.Dan satu lagi...jangan mudah marah ya sayang. Belajar menerima setiap pemberian Allah dengan lapang dada. Juga belajar tidak mengeluh ya sayang. Ibu juga sedang belajar untuk itu semua. Kita belajar bareng-bareng ya.. Semoga Allah memberi kekuatan pada kita untuk bisa lebih baik dari saat ini. Semoga Allah memberikan seberkas cahaya CintaNya untuk kita sehingga kitapun mampu mencintaiNya.Amien...
Homsatun anakku....
Sudah dulu ya..suratnya. InsyaAllah lain kali kita sambung lagi. Jaga dirimu baik-baik. Jaga hatimu dari selain Allah. Kamu sudah beranjak remaja...kamu harus hati-hati. Sabar ya sayang...dan Janganlah bersedih karena Allah selalu bersamamu. ;o))
Sudah dulu ya..suratnya. InsyaAllah lain kali kita sambung lagi. Jaga dirimu baik-baik. Jaga hatimu dari selain Allah. Kamu sudah beranjak remaja...kamu harus hati-hati. Sabar ya sayang...dan Janganlah bersedih karena Allah selalu bersamamu. ;o))
Wassalamu'alaikum WrWb
Ibu Asuhmu,
Fitri Islami
Ibu Asuhmu,
Fitri Islami
Bergetar hatiku kala membaca ulang surat itu. Ya Allah...kutulis surat ini dengan sepenuh jiwaku...semoga bisa menyentuh, membelai dan menyejukan jiwanya harapku dalam diam. Kulipat dan kumasukan kedalam ampop. Kemudian kusisipkan dalam bingkisan yang sudah kusiapkan. Dan tak ketinggalan uang saku lebaran untuknya. Lalu kutitipkan bingkisan itu pada petugas yang kebetulan berkunjung di kantor.
Anakku....Terimalah bingkisan itu dengan segenap harapmu yang tertunda. Dan maafkan ibu...
****
Anakku....Terimalah bingkisan itu dengan segenap harapmu yang tertunda. Dan maafkan ibu...
****


